
USM Alger mengalahkan Zamalek 1-0 pada hari Sabtu 9 Mei setelah pembalikan VAR yang dramatis mengubah potensi gol kemenangan menjadi penalti di akhir pertandingan.
Pekan pertandingan mencapai titik didih selama periode waktu tambahan yang kacau di Stade du 5 Juillet.
Pada menit ke-91, pemain pengganti asal Brazil Juan Bezerra tampaknya telah mengamankan kemenangan tandang bersejarah bagi tim Mesir yang menerobos pertahanan untuk memasukkan bola ke gawang.
Saat skuad yang berbasis di Kairo merayakan apa yang mereka yakini sebagai gol penentu, wasit turun tangan untuk berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR).
Ulasan berikutnya menghasilkan peristiwa yang mengejutkan bagi para pengunjung. Wasit tidak hanya menganulir gol Bezerra tetapi juga mengidentifikasi handball yang dilakukan oleh bek Hossam Abdelmaguid saat melakukan penumpukan di ujung lapangan.
Zamalek dan Juan Bezerra kehilangan gol ikoniknya dan dikalahkan melalui tendangan penalti dan kami kalah di menit terakhir. Skenario yang hanya terjadi pada Zamalek.pic.twitter.com/G6B4FqWSsk
— Ahmed (@AhmedNabilRm1) 9 Mei 2026
🛑 Tonton gol pertama #Ittihad_Algiers 🇩AZ melawan Zamalek Mesir 🇪GET melalui tendangan penalti yang ditandatangani oleh Khalidi #African_Confederation_Cup pic.twitter.com/fJIczUgCTD
– Gerbang Aljazair (@algatedz) 9 Mei 2026
Cuplikan intervensi Hossam Abdel Majeed terhadap pemain USMA yang mendapat hadiah tendangan penalti di menit-menit akhir pertandingan #Sport_Plus pic.twitter.com/DLeLbzfnYj
— Olahraga Plus (@Sportplusme) 9 Mei 2026
Akibatnya suasana perayaan berubah menjadi keputusasaan ketika tuan rumah Aljazair mendapat hadiah tendangan penalti pada menit ke-97. Ahmed Khaldi maju di bawah tekanan besar dan mengonversi penalti untuk meraih kemenangan 1-0 di detik-detik terakhir pertandingan.
Rangkaian peristiwa mengejutkan ini secara mendasar mengubah dinamika final. Ksatria Putih yang hanya tinggal beberapa detik lagi untuk tampil sempurna di tandang, kini kembali ke Kairo dengan defisit yang harus dibalik.
Hasil ini memberi USM Aljazair keunggulan tipis namun penting sehingga membuat raksasa Mesir itu membutuhkan penampilan sempurna di leg kedua untuk menjaga harapan mereka meraih gelar kontinental ketiga tetap hidup.
Secara historis, keunggulan satu gol adalah selisih yang berbahaya di final CAF karena Stadion Internasional Kairo terkenal dengan atmosfernya yang tidak bersahabat dan kemampuannya untuk menginspirasi kebangkitan tim tuan rumah di leg kedua.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
