Paris Saint-Germain memasuki babak pertama dengan memimpin Bayern Munich 3-2 pada Selasa 28 April 2026 setelah babak pertama yang liar di Parc des Princes pada leg pertama semifinal Liga Champions UEFA.

Harry Kane mencetak gol pertama untuk Bayern tetapi PSG membalas melalui Khvicha Kvaratskhelia, João Neves & Ousmane Dembélé sementara Michael Olise sempat menyamakan kedudukan tim Jerman sebelum jeda.

Baca Juga: PSG vs Bayern Munich langsung: cara menonton semifinal Liga Champions di TV dan streaming

Kane menyerang lebih dulu sebelum PSG menjawab dengan cepat

Bayern memulai dengan lebih banyak kontrol dan menemukan gol pembuka pada menit ke-17. Kane melakukan konversi dari titik penalti setelah Luis Díaz melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti sehingga memberi tim asuhan Vincent Kompany keunggulan awal di Paris.

Itu adalah momen besar Eropa lainnya bagi striker Inggris tersebut, dan The Guardian mencatat bahwa itu adalah golnya yang ke-54 musim ini.

Respons PSG sangat cepat dan kejam. Kvaratskhelia menyamakan kedudukan pada menit ke-24 dengan berkendara dari kiri dan melakukan tendangan melengkung rendah melewati Manuel Neuer.

Langkah ini mengubah suasana di Parc des Princes setelah Bayern terlihat sebagai tim yang lebih tajam pada pertandingan pembuka.

Harry Kane membuka skor untuk Bayern Munich dari titik penalti 🥅#UEFA_Champions_League | #ParisSaint-Germain | #BayernMunich pic.twitter.com/QWoIyiYEjk

— beIN SPORTS (@beINSPORTS) 28 April 2026

⚽🔥 Kvaratskhelia mencetak gol indah…dan membawa Paris Saint-Germain kembali ke atmosfer pertandingan!#UEFA_Champions_League | #ParisSaint-Germain | #BayernMunich pic.twitter.com/ejx5Rxt3a0

— beIN SPORTS (@beINSPORTS) 28 April 2026

Neves membuat PSG unggul, Olise membalas

Tim tuan rumah kemudian membalikkan keadaan pada menit ke-33. João Neves tiba dengan tajam dari tendangan sudut dan mengarahkan sundulannya ke sudut bawah untuk membawa PSG unggul 2-1.

Bayern menolak untuk menyerah. Pada menit ke-41, Olise menemukan ruang di depan pertahanan PSG dan melepaskan tendangan melewati Matvey Safonov untuk menjadikan skor 2-2. Gol tersebut mencerminkan ancaman Bayern meski volume tembakan PSG lebih besar di paruh pertama.

Drama VAR yang terlambat memberi PSG keunggulan

Setengahnya berakhir dengan kontroversi. Umpan silang Dembele membentur Alphonso Davies di dalam kotak penalti dan setelah pemeriksaan VAR, wasit Sandro Schärer menghadiahkan penalti kepada PSG.

Dembele mengonversi gol pada masa tambahan waktu untuk mengirim PSG ke ruang ganti dengan keunggulan 3-2.

Joao Neves memberi Paris Saint-Germain keunggulan dengan sundulan sempurna! 😮⚽️#UEFA_Champions_League | #ParisSaint-Germain | #Bayern_Munich pic.twitter.com/UjJoBU6RDO

— beIN SPORTS (@beINSPORTS) 28 April 2026

⚽🔥🔥🔥 Michael Oliseh melepaskan tembakan misil dan mengembalikan suasana pertandingan Bayern Munich! #UEFA_Champions_League | #ParisSaint-Germain | #Bayern_Munich pic.twitter.com/s4kmk3ZZzD

— beIN SPORTS (@beINSPORTS) 28 April 2026

Angka-angka di babak pertama menceritakan kisahnya

PSG melakukan lebih banyak upaya sebelum jeda, mengalahkan Bayern 9-3, meski tembakan tepat sasaran masih imbang 3-3.

Gol yang diharapkan adalah 1,64 untuk PSG dan 1,28 untuk Bayern. Bayern masih berbahaya di area depan, mencatat 33 entri di sepertiga akhir dan 23 sentuhan di kotak penalti dibandingkan dengan 22 entri dan 14 sentuhan kotak milik PSG.

Dembele menjadi pemain PSG yang menonjol saat jeda dengan satu gol, satu assist dan empat tembakan, sementara Kane, Díaz dan Olise membawa ancaman serangan utama Bayern.

🥅⚽ Dembele dengan percaya diri mengembalikan keunggulan tim Paris dari titik penalti! #UEFA_Champions_League | #ParisSaint-Germain | #BayernMunich pic.twitter.com/JlUWhCxll8

— beIN SPORTS (@beINSPORTS) 28 April 2026

PSG menggunakan formasi 4-3-3 di bawah asuhan Luis Enrique, sementara Bayern menggunakan formasi 4-2-3-1, dengan Kompany menonton dari tribun karena skorsing satu pertandingan.


Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.

Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *