Paris Saint-Germain membukukan tiket mereka ke final Liga Champions pada Selasa malam dengan hasil imbang 1-1 melawan Bayern Munich di leg kedua semifinal mereka.

Dembele mencetak gol lebih awal untuk klub Paris tersebut, tetapi Harry Kane menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu. Namun, gol Kane belum cukup untuk mencegah raksasa Jerman itu tersingkir, setelah kalah di leg pertama dengan skor 5-4.

Bentrokan di Allianz Arena diwarnai oleh beberapa keputusan wasit yang kontroversial, sehingga memicu kemarahan di kalangan Bayern Munich dan pendukungnya.

Di antara momen-momen yang diperdebatkan, peluang berbahaya Harry Kane dianulir karena offside. Wasit asal Portugal João Pinheiro (38 tahun) juga dipilih karena tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Nuno Mendes meski melakukan handball.

Dia juga mengabaikan kemungkinan pelanggaran terhadap João Neves di dalam kotak, yang bisa mengakibatkan penalti.

Paris bermain imbang di Munich untuk mencapai final lagi 😤#UCL pic.twitter.com/urX4xabkSt

— Liga Champions UEFA (@ChampionsLeague) 6 Mei 2026

🚨 Jan-Christian Dreesen, CEO Bayern: “SETIDAKNYA MENGEJUTKAN BAHWA WASIT YANG HANYA 15 PERTANDINGAN LIGA CHAMPIONS DAPAT MENGEMBALIKAN PERTANDINGAN TERSEBUT. 😤Dan mungkin itu menjelaskan lebih dari satu peluit.”🎙️ @kerry_hau pic.twitter.com/PfWw4kWhYX

— Actu Kaki (@ActuFoot_) 6 Mei 2026

Dreesen membanting wasit setelah tersingkirnya Bavaria

Dalam komentar yang disampaikan oleh jurnalis Kerry Hau, CEO Bayern Munich Jan-Christian Dreesen menyatakan ketidakpercayaannya terhadap penunjukan wasit:

“Setidaknya mengejutkan bahwa seorang wasit yang hanya bertugas di sekitar lima belas pertandingan Liga Champions ditugaskan untuk memimpin pertandingan sebesar ini,” katanya, sebelum menambahkan: “Itu mungkin menjelaskan beberapa keputusan yang diambil hari ini.”

🚨⚠️ CEO Bayern Jan-Christian Dreesen tentang wasit João Pinheiro: “Sungguh mengherankan, setidaknya, seorang wasit yang hanya tampil 15 kali di Liga Champions diizinkan memimpin pertandingan seperti itu”. “Itu mungkin menjelaskan beberapa panggilan yang dia buat hari ini…”, kata @kerry_hau. pic.twitter.com/32WInuJ8IE

— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) 6 Mei 2026

Bayern: Vincent Kompany mengucapkan selamat kepada PSG


Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.

Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *