
Harapan Bayern Munich untuk melihat pemain baru mereka, Ismaël Saibari, kembali beraksi pupus setelah pemeriksaan medis terbaru mengonfirmasi bahwa cederanya lebih serius dari yang diperkirakan sebelumnya.
Gelandang serang Maroko, pencetak gol terbanyak Atlas Lions selama Piala Dunia 2026, cedera pada pertandingan babak 16 besar melawan Kanada. Dipaksa keluar lapangan selama pertandingan, ia kemudian absen di perempat final melawan Prancis.
🚨 Ismael Saibari mengalami pecahnya serat otot di pahanya setelah cedera yang dideritanya pada pertandingan melawan Kanada, untuk Piala Dunia. Gelandang serang asal Maroko berusia 25 tahun itu akan memulai proses pemulihan dalam beberapa minggu mendatang. Harapannya adalah dia akan kembali… pic.twitter.com/5LnOISRYtE
— Orang Dalam Bundesliga (@BundesInsider) 27 Juli 2026
Absennya yang mempersulit rencana Bayern
Menurut informasi dari harian Jerman Kicker, Saibari menderita robeknya serat otot di pahanya—cedera yang memerlukan perawatan dan rehabilitasi selama beberapa minggu.
Sumber yang sama melaporkan bahwa pemain internasional Maroko tersebut diperkirakan tidak akan bergabung kembali dalam pelatihan tim penuh sampai Bayern Munich kembali dari tur Asia mereka, yang berakhir pada 8 Agustus, sambil menunggu persetujuan staf medis.
Herbert Hainer terkesan dengan Saibari
Meski mengalami kemunduran, presiden Bayern Munich Herbert Hainer tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap mantan bintang PSV Eindhoven tersebut.
Dikutip oleh harian Jerman Abendzeitung, dia berkata: “Dia adalah pemain dengan talenta luar biasa, dan dia membuktikannya sepanjang Piala Dunia.”
Ketua Bavaria itu menambahkan: “Saibari tampil luar biasa sebelum cedera. Dia mencetak gol di setiap pertandingan yang dia mainkan.”
🚨Presiden Herbert Hainer berkata, ketika ditanya apakah direktur olahraga #Eberl telah mendapatkan poin bonus untuk kontrak baru dengan transfer/penandatanganan Saibari dan Brown: “Max Eberl tentu saja melakukan pekerjaan dengan baik dengan merekrut keduanya.” #FCBayernHainer melanjutkan: “Keduanya… pic.twitter.com/PdN310KfxG
— FCBayernNews (@MiaSanMiaNews) 23 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Ismael Saibari membuat sejarah sepak bola Afrika dengan golnya ke gawang Haiti
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
