
Manchester City menyia-nyiakan peluang emas dalam perburuan gelar Liga Inggris. Bertandang ke Everton pada Senin malam, pasukan Pep Guardiola ditahan imbang 3-3. Hasil ini kini berada di tangan Arsenal, menempatkan The Gunners kembali mengendalikan nasib mereka sendiri saat mereka mengejar mahkota liga pertama mereka sejak 2004.
Sejak awal, City mengatur tempo dan mengambil kendali tegas. Dengan Nathan Aké dan Tijjani Reijnders menjadi starter di bangku cadangan, Skyblues menegaskan dominasi teritorial yang jelas, menekan Everton jauh di wilayah mereka sendiri. Tim tuan rumah sempat berada dalam tekanan namun berhasil menahan gelombang serangan tim tamu yang tiada henti.
Meski mendapat tekanan, Everton tetap bertahan dan bahkan mengancam melalui serangan balik. Gianluigi Donnarumma harus beraksi untuk menangkis upaya berbahaya dari Beto, menjaga skor tetap imbang. City terus menekan dan akhirnya mendapatkan hasil sebelum turun minum: Jérémy Doku melepaskan tendangan menakjubkan yang meroket ke sudut atas (0-1).
Awal babak kedua benar-benar mengubah corak pertandingan. Everton meningkatkan intensitasnya dan memanfaatkan kesalahan yang tidak biasa dari pertahanan City. Umpan buruk dari Marc Guehi dihukum dengan kejam oleh Thierno Barry, yang menyamakan kedudukan tim.
Permainan kemudian terbalik. Dari sepak pojok, Jake O’Brien melompat tinggi dan mencetak gol untuk membawa The Toffees unggul (2-1). Manchester City, yang kini benar-benar tidak terorganisir, kebobolan gol ketiga hanya lima menit kemudian—Barry mencetak dua gol dan membuat tim tamu ragu (3-1).
Perubahan dalam perburuan gelar Inggris: Manchester City telah kehilangan kendali dan Arsenal kini memiliki gelar juara kembali di tangannya sendiri! https://t.co/FocJQQaYEN
— Voetbal Internasional (@VI_nl) 4 Mei 2026
Dengan punggung menempel ke tembok, pasukan Guardiola merespons. Erling Haaland membalaskan satu gol dan menyiapkan akhir yang mendebarkan. City terus menekan hingga akhir dan akhirnya menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu berkat gol kedua dari Jérémy Doku, yang dua gol krusialnya menyelamatkan satu poin (3-3).
Hasil imbang yang pahit bagi Manchester City, yang kehilangan poin berharga dalam perburuan gelar. Sebaliknya, Arsenal kini dapat menjalani sisa musim ini dengan keunggulan psikologis dan nasib mereka ada di tangan mereka sendiri.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
