
Mohau Nkota mengincar Piala Dunia 2026. Meskipun sempat absen selama kamp pelatihan bulan Maret, ia tetap fokus penuh pada tujuannya mewakili Bafana Bafana di turnamen tersebut.
Nkota mengetuk pintu tim nasional Afrika Selatan. Pemain sayap Al-Ettifaq yang tidak masuk skuad terakhir ini berbicara blak-blakan tentang ambisinya bermain di Piala Dunia bersama negaranya. Bertekad, Nkota tidak merahasiakan cita-citanya.
“Kami mempunyai tim yang sangat bagus, sangat berkualitas. Saya yakin kami bisa mencapai babak berikutnya.”
Dia tidak dipilih karena ada permintaan pengecualian dari pemain itu sendiri, menurut pelatih Hugo Broos. Episode ini bisa menjadi beban berat seiring semakin ketatnya persaingan menjelang Piala Dunia.
Situasi yang rumit namun masih terbuka
Bukan starter yang tak terbantahkan di level klub, Nkota tetap meningkatkan peluangnya belakangan ini. Dia bermain hampir sepanjang pertandingan melawan Al-Nassr dan, meski kalah 1-0, tampil di lingkungan papan atas bersama bintang-bintang seperti Cristiano Ronaldo, Sadio Mané, dan João Félix. Pengalaman itu terbukti sangat berharga saat ia memperkuat argumennya untuk seleksi.
Pemain sayap Bafana Bafana Mohau Nkota tidak menyerah pada mimpinya untuk bermain di Piala Dunia FIFA 2026 setelah melewatkan kamp bulan Maret.#FARPosthttps://t.co/n7CnPfrlw8
— FARPost_ZA (@FARPostZA) 16 April 2026
Tergabung dalam grup sulit bersama Meksiko, Republik Ceko, dan Korea Selatan, Afrika Selatan mengincar pencapaian bersejarah. Absen dari turnamen ini sejak 2010, juara Afrika tahun 1996 itu bertekad untuk mengambil langkah selanjutnya kali ini.
Nkota, yang telah tampil di AFCON 2025, berharap untuk menjadi bagian dari perjalanan ini dan sudah menantikan pertandingan-pertandingan penting, terutama melawan Julián Quiñones, yang ia kenal baik dari pertemuan-pertemuan di liga.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
